Apa Kabar Dunia |
- Inilah Tugu Perjanjian dengan Setan
- 9 Pantai Berpasir Hitam nan Eksotis
- Tahukah Kamu 10 Alat Musik Nusa Tenggara ini?
| Inilah Tugu Perjanjian dengan Setan Posted: 23 Feb 2014 01:05 AM PST Pada awal tahun naga tahun 1928 terjadi kehebohan di Kota Bagansiapiapi. Yang menjadi sasaran adalah tempat-tempat perjudian, tempat minum-minuman keras, rumah-rumah bordil, tempat pengisapan candu, dan hiburan lainnya. Konon, dikisahkan di kamar mandi dalam tempat pelacuran sering terdengar suara orang sedang mandi, namun ketika dilihat ternyata tidak ada orang. Begitu juga di tempat perjudian, batu-batu mahyong sering berputar-putar sendiri. Di kedai kopi kerap terlihat kaki manusia di atas meja. Kontan, para penghuninya dibuat bingung dan mereka segera mengadu kepada biksu Budha yang ada di Bagansiapiapi untuk mengantisipasi hal yang terjadi. Para biksu setempat tidak mampu berbuat banyak akan kejadian tersebut. Mereka lalu memanggil biksu Budha lainnya yang berasal dari Singapura dan Taiwan untuk dimintai bantuan mengatasi permasalahan yang terjadi. Setelah dicek, ternyata kegaduhan ditimbulkan oleh para roh-roh yang sebelumnya mati di laut. Maka atas hal ini, diupayakanlah perjanjian antara pihak biksu dengan roh-roh dari laut tersebut. Langkah awal dari isi perjanjian antara biksu dengan roh-roh tersebut adalah, memberi kesempatan bagi roh-roh untuk menghibur diri selama satu pekan lamanya. Di seluruh pelosok kota Bagansiapiapi didirikan tempat-tempat hiburan simbolik seperti kedai kopi, rumah candu, hingga rumah bordil yang terbuat dari bambu dan kertas. Di tempat-tempat inilah para setan dipersilahkan menghibur diri selama satu minggu sebagai tahapan awal dari perjanjian yang akan disepakati. Setelah puas menghibur diri selama satu minggu, kemudian diadakan perjanjian kembali antara biksu dan roh-roh jahat itu. Semua roh jahat harus kembali bergentayangan di laut tidak boleh naik kedarat lagi. Sebagai bukti pengukuhan perjanjian tersebut maka dibuatlah tiga prasasti atau tugu yang bertuliskan LAM HU OMITOHUD yaitu nama sang Budha. Jika ada roh jahat naik ke darat akan membaca tulisan tersebut, sehingga tak jadi berbuat onar dan kembali pulang ke laut. Tugu-tugu perjanjian tersebut tidak boleh hilang, karena jika hal itu terjadi akibatnya perjanjian dengan roh jahat batal. Bagansiapiapi dikenal memiliki komunitas tionghoa yang besar di Indonesia. Komunitas ini tersebar di hampir pelosok kota Bagansiapiapi, termasuk klenteng yang dapat dijumpai di sudut-sudut kota. Sumber: palingindonesia |
| 9 Pantai Berpasir Hitam nan Eksotis Posted: 22 Feb 2014 08:56 PM PST Mengapa lagu-lagu pop Indonesia lebih sering memilih pasir putih dalam syairnya, apakah karena terdengar lebih romantis? Atau sebagai bukti negara kepulauan ini memang populer dengan pantai berpasir putih? Pertanyaan saya mungkin terlalu mengada-ada. Itu kan hak penyair memilih frasa yang terdengar indah. Tapi mengapa tidak pasir pink di Flores, kan lebih mewakili warna cinta? Atau pasir hitam, jadi sangat eksotis. Ya sudah, kita lihat daftar 9 pantai di dunia berpasir hitam yang sangat indah. Tiga di antaranya ada di Indonesia, loh. Buat musisi atau anak band, semoga setelah membaca daftar ini bakal terinspirasi membuat lagu tentangnya. 1. Punaluu, Hawaii Punaluu adalah sebuah pantai terletak di Big Island, Hawaii. Pantai ini terkenal karena pasirnya yang berwarna hitam pekat, yang diciptakan oleh lava dari gunung berapi yang mengalir ke laut dan kemudian mengalami pendinginan. Menariknya, pengunjung tidak diperbolehkan membawa pulang pasir pantai ini, karena itu dianggap ilegal. 2. Waianapanapa, Maui Waianapanapa Beach adalah sebuah pantai berpasir hitam yang dibentuk oleh ombak yang menabrak batu vulkanik selama puluhan tahun lamanya. Di pantai ini, kamu dapat menemukan beberapa situs indah yang patut untuk dikunjungi. kamu juga dapat melihat dan masuk ke gua-gua laut dan jembatan yang terbuat dari batuan alam. Pada musim dingin, ombak menjadi sangat tinggi, sehingga berenang, berselancar, menyelam dan semua kegiatan di pantai akan menjadi sangat berbahaya. Ketika ombak tenang, kamu dapat bermain kayak, berenang, dan menyelam. 3. Lost Coast, California Lost Coast adalah sebuah pantai yang terletak di California dan membentang sekitar 80 mil. Meskipun kamu sebetulnya dapat berenang di pantai ini, kebanyakan orang tidak melakukannya. Mengapa? Karena menurut mereka, ini bukan pantai yang menarik untuk dikunjungi, kecuali jika kamu ingin mendaki di sepanjang pantai dan berhenti untuk mengambil gambar dan semacamnya. 4. Kaimu Beach, Hawaii Kaimu, meskipun agak berbahaya, merupakan pantai berpasir hitam yang patut untuk dikunjungi. Selama tahun 1990-an, pantai ini sempat ditutupi karena terkena dampak dari lava. Baru-baru ini, mereka yang tinggal di dekat pantai mulai menanam pohon dan bunga untuk kembali menghidupkan panorama pantai. Pakis, pohon-pohon palem, dan tanaman lainnya juga terlihat muncul dari celah-celah pada lava. Namun, kamu tidak disarankan untuk berenang di pantai ini, karena arus yang terlalu kuat. 5. Kehena, Hawaii Jika kamu berencana untuk pergi berlibur, ini bukan lah tempat yang asyik untuk rekreasi keluarga, terutama jika kamu sudah mempunyai anak. Di pantai ini, kamu dapat melihat lumba-lumba yang membuatnya terkadang dijuluki Dolphin Beach. kamu bahkan bisa berenang bersama lumba-lumba itu, jika cuacan saat itu tidak terlalu buruk. Kebanyakan orang yang pergi ke Kehena hanya ingin duduk di pasir, menikmati cuaca dan air. 6. Pantai Vik, Islandia Pantai Vik berlokasi di sebuah desa kecil yang terletak di bagian selatan Islandia. Meskipun kamu mungkin berpikir Islandia bukan tempat tercantik di bumi untuk menikmati lanskap pantai, Pantai Vik pernah dinominasikan sebagai salah satu pantai yang paling indah di bumi pada tahun 1991. Vik juga merupakan desa terbasah di Islandia. 7. Pantai Purwahamba Indah, Tegal Pantai Purwahamba Indah ini memiliki pasir hitam yang halus. Tak percaya?, bukalah alas kaki dan rasakan sendiri sensasinya. Kontur pantai yang landai juga menambah kenyamanan saat kamu menghabiskan waktu di tepian pantainya. Kamu bisa merebahkan diri di atas pasir sambil menikmati lautan luas di depan mata. Ombaknya pun cukup tenang, sehingga memberikan rasa nyaman. Pantai Purwahamba Indah ini memang menjadi pilihan yang yang tepat untuk beristirahat sekaligus berwisata di Tegal. Bagaimana cara ke sana? untuk menuju ke pantai ini caranya cukup mudah karena letaknya cukup strategis dan berada di jalur Tegal-Pemalang atau jalur pantura (pantai utara). Bagi kamu yang melintasi jalur tersebut, pantai ini persis terletak di pinggir jalan. Di Tegal ini ada dua pantai yang dapat dikunjungi, yaitu Pantai Alam Indah dan Pantai Purwahamba Indah. Bedanya, pasir hitam di Purwahamba Indah lebih halus dari pasir hitam di Pantai Alam Indah. Bagi kamu pecinta pantai, tempat ini wajib untuk didatangi. 8.Pantai Lembeng, Bali Bali tak mau kalah dengan dua pantai di atas yang memiliki pantai pasir hitam. Adalah pantai Lembeng yang terletak Desa Lembeng, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali yang juga mempunyai pasir yang berwarna hitam. Pasirnya yang hitam dengan gelombang yang cukup tinggi membuat pikiran kamu tenang dari berbagai problematika hidup yang membelit. Keadaannya yang masih asri dan alami membuat privasi kamu benar-benar akan terjaga. Pantai ini sangat penting apabila dimasukkan dalam daftar lokasi yang mesti dikunjungi di Bali karena disini kamu bisa melakukan beberapa kegiatan seperti memancing, bersantai, surfing, berjemur, menikmati sunset. Ingin ke sana? kamu harus mengabiskan waktu kurang lebih 50 menit perjalanan untuk sampai ke Pantai Lembeng dari Bandara Ngurah Rai dan kira-kira 30 menit dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor. 9.Pantai Anoe Itam, Aceh Di bawah naungan pohon-pohon dipinggiran bibir pantai, Pantai Anoe Itam siap menawarkan rasa kenyamanan yang tiada taranya. Pantai ini adalah satu-satunya pantai berpasir hitam di Aceh. Dengan bentuknya yang landai pantai seperti ini tidak cocok untuk penikmat selancar (surfer), melainkan cocok bagi yang ingin bersantai-santai saja bersama teman-teman atau keluarga. Tetapi jika kamu suka snorkling, layaknya dicoba melakukan aktivitas itu disini. Air lautnya cukup jernih dan karang-karangnya banyak didiami oleh beraneka ragam jenis ikan. Bagaimana caranya ke sana? Pantai Anoe Itam (pasir hitam) ini tidak begitu jauh dari pusat kota Sabang. Dengan melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan perbukitan dan bertanya kepada penduduk sekitar apabila takut tersesat mungkin pilihan yang bijak. Sebelum sampai ke pantai, disebelah sisi kanan kamu akan menjumpai salah satu peninggalan sejarah, yaitu (bungker) Jepang. ada baiknya kamu berkunjung ke benteng Jepang ini, karena dari atas benteng sana pemandangan sungguh luar biasa dan termasuk melihat gumpalan pasir hitam disebelah sisi laut. Selain itu, kamu juga bisa menemukan meriam peninggalan Jepang dan berbagai bilik-bilik benteng yang sengaja dibuat pada masa itu |
| Tahukah Kamu 10 Alat Musik Nusa Tenggara ini? Posted: 22 Feb 2014 07:30 PM PST Bila menyebut Nusa Tenggara, mungkin yang terbayang hanyalah alat musik sasando. Instrumen ini sangat populer hingga manca negara. Padahal masih banyak alat musik lainnya, loh. Inilah beberapa di antaranya, sebagai bukti betapa kayanya Indonesia. 1. Heo Ini adalah alat musik gesek tradisional khas yang berasal dari daratan pulau Timor, tepatnya suku Dawan Timor. Alat musik gesek tradisional heo ini terbuat dari kayu. Bagian yang digunakan sebagai penggeseknya terbuat dari ekor kuda yang telah dirangkai menjadi sebuah ikatan pada kayu penggesek yang berbentuk seperti busur. Dawai dari alat musik gesek tradisional heo ini terbuat dari usus kuskus yang telah dikeringkan. Alat musik gesek tradisional heo ini mempunyai 4 dawai, dan masing-masing diberi nama: - Dawai 1 [ paling bawah ] tain mone, artinya tali laki-laki - Dawai 2 tain ana, artinya tali anak [ kecil ] - Dawai 3 tain feto, artinya tali perempuan - Dawai 4 tain ena, artinya tali induk Dawai pertama bernada sol, dawai kedua bernada re, dawai ketiga bernada la dan dawai keempat bernada do. 2. Foy Doa Alat musik tradisional Foy Doa, adalah nama sebuah alat musik tradisional yang berasal dari pulau Flores, lebih tepatnya lagi Kabupaten Ngada. Seberapa lama usia musik Foy Doa tidaklah diketahui dengan pasti karena tidak ada peninggalan- peninggalan yang dapat dipakai untuk mengukurnya. Foy Doa terdiri dari 2 atau bisa saja lebih suling yang digandeng dan dalam memainkannya digunakan secara bersama-sama. Nada-nada yang diproduksi oleh musik Foy Doa adalah nada-nada tunggal dan nada-nada ganda atau dua suara, hak ini tergantung selera si pemain musik Foy Doa. Cara Memainkannya, hembuskan angin dari mulut secara lembut ke lubang peniup, sementara itu jari-jari tangan kanan dan kiri menutup lubang suara. Foy Doa berarti suling berganda yang terbuat dari buluh/bambu kecil yang bergandeng dua atau lebih. Musik ini biasanya digunakan oleh para muda-mudi dalam permainan rakyat di malam hari dengan membentuk lingkaran. Bentuk syair, umumnya syair-syair dari nyanyian musik Foy Doa bertemakan kehidupan , sebagai contoh : Kami bhodha ngo kami bhodha ngongo ngangi rupu-rupu, go-tuka ate wi me menge, yang artinya kami harus rajin bekerja agar jangan kelaparan. Perkembangan Musik Foy Doa, Awal mulanya musik Foy Doa dimainkan secara sendiri, dan baru sekitar 1958 musisi di daerah setempat mulai memadukan dengan alat-alat musik lainya seperti: Sowito, Thobo, Foy Pai, Laba Dera, dan Laba Toka. Fungsi dari alat-alat musik tersebut sebagai pengiring musik Foy Doa. 3. Foy Pay Alat musik tiup dari bambu ini dahulunya berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu tandak seperti halnya musik Foy Doa. Dalam perkembangannya, alat ini selalu berpasangan dengan musik Foy Doa. Nada-nada yang diproduksi oleh Foy Pai: do, re, mi, fa, sol. 4. Knobe Khabetas Bentuk alat musik ini sama dengan busur panah. Cara memainkannya ialah, salah satu bagian ujung busur ditempelkan di antara bibir atas dan bibir bawah, kemudian udara dikeluarkan dari kerongkongan, sementara tali busur dipetik dengan jari. Merupakan kebiasaaan masyarakat dawan di pedesaan apabila pergi bercocok tanam atau mengembala hewan, mereka selalu membawa alat-alat musik seperti Leku, Heo, Knobe Kbetas, Knobe Oh, dan Feku. Sambil mengawasi kebun atau mengawasi hewan-hewan, maka musik digunakan untuk melepas kesepian. Selain digunakan untuk hiburan pribadi, alat musik ini digunakan juga untuk upacara adat seperti, Napoitan Li'ana (anak umur 40), yaitu bayi yang baru dilahirkan tidak diperkenankan untuk keluar rumah sebelum 40 hari. 5. Knobe Oh Alat musik yang terbuat dari kulit bambu dengan ukuran panjang lebih kurang 12,5 cm. Di tengah-tengahnya sebagian dikerat menjadi belahan bambu yang memanjang (semacam lidah) sedemikian halusnya, sehingga dapat berfungsi sebagai vibrator (penggetar). Apabila pangkal ujungnya ditarik dengan untaian tali yang terkait erat pada pangkal ujung tersebut maka timbul bunyi melalui proses rongga mulut yang berfungsi sebagai resonator. 6. Prere Alat bunyi-bunyian ini terbuat dari seruas bambu kecil (seukuran pensil) yang panjangnya kira-kira 15 cm. Buku ruas bagian bawah dibiarkan tertutup, tetapi bagian atasnya dipotong untuk tempat meniup. Buku ruas bagian bawah dibelah untuk menyaluirkan udara tiupan mulut dari tabung bambu bagian atas, sekaligus bagian belahan bambu itu untuk melilit daun pandan sehingga menyerupai orong terompet yang berfungsi memperbesar suaranya. Alat musik ini selain digunakan untuk hiburan pribadi, juga digunakan untuk mengiringi musik gong gendang pada permainan penak silat rakyat setempat. Nada-nada yang dihasilkan adalah do dan re, sehingga nama alat ini. 7. Leko Boko / Bijol Alat musik petik ini terbuat dari labu hutan (wadah resonansi), kayu (bagian untuk merentangkan dawai), dan usus kuskus sebagai dawainya. Jumlah dawai sama dengan Heo yaitu 4, serta nama dawainya pun seperti yang ada pada Heo. Fungsi Leko dalam masyarakat Dawan untuk hiburan pribadi dan juga untuk pesta adat. Alat musik ini selalu berpasangan dengan Heo dalam suatu pertunjukan, sehingga di mana ada Heo, biasanya ada Leko. Dalam penggabungan ini Leko berperan sebagai pembei harmoni, sedangkan Heo berperan sebagi pembawa melodi atau kadang-kadang sebagai pengisi (Filter) nyanyian-nyayian pada masyarakat Dawan, yang umumnya berupa improvisasi dengan menuturkan tentang kejadian-kejadian yang telah terjadi pada masa lampau maupun kejadian yang sedang terjadi (aktual). Dalam nyanyian ini sering disisipi dengan Koa (semacam musik rap). Koa ada dua macam yaitu, Koa bersyair dan Koa tak bersyair. 8. Sowito Merupakan seruas bambu yang dicungkil kulitnya berukuran 2 cm yang kemudian diganjal dengan batangan kayu kecil. Cungkilan kulit bambu ini berfungsi sebagai dawai. Cara memainkan dipukul dengan sebatang kayu sebesar jari tangan yang panjangnya kurang dari 30 cm. Setiap ruas bambu menghasilkan satu nada. Untuk keperluan pengiringan, alat musik ini dibuat beberapa buah sesuai kebutuhan. 9. Mendut Alat musik petik/pukul dari bambu ini berasal dari Manggarai. terbuat dar seruas bambu betung yang 1,5 tahun yang panjangnya kira-kira 40 m. Kedua ujung bambu dibiarkan, namun salah satunya dilubangi. Cara pembuatannya, di tengah bambu dilubangi persegi empat dengan ukuran 5 x 4 m. Disamping kiri kanan lubang masing-masing dicungkil satu kulit bambu yang kemudian diganjal dengan batangan kayu hingga berfungsi sebagai dawai. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan dipetik atau dipukul-pukul dengan kayu kecil. 10. Ketadu Mara Alat musik petik dua dawai yang biasa digunakan untuk menghibur diri dan juga sebagai sarana menggoda hati wanita. Alat musik ini dipercayai pula dapat mengajak cecak bernyanyi, bahkan dipercaya juga suaranya disenangi makluk halus. |
| You are subscribed to email updates from Apa Kabar Dunia To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar, dan mari berbagi dan bertukar pengetahuan.
Namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar "SPAM"