Rabu, 12 Februari 2014

Apa Kabar Dunia

Apa Kabar Dunia


Cabai Pelangi yang Indah, Ingin Menanam?

Posted: 12 Feb 2014 01:35 AM PST

Beberapa waktu belakangan, cabai warna-warni sedang ramai dibicarakan. Bahkan banyak yang menyebutnya cabai rawit, seru dan unik untuk makan gorengan. Sebenarnya cabai macam apakah ini?
 

Cabai warna-warni berasal dari Amerika Selatan. Ada yang bilang dari Brasil, walau ternyata nama aslinya : Bolivian Rainbow. Cabai jenis ini lebih lazim dipakai sebagai tanaman hias, dan memang laku di dunia online untuk kebutuhan tersebut. Mengapa tidak dikonsumsi, misalnya untuk teman makan gorengan?

Kita lihat data berikut, ya:
* Tingkat kepedasan: 5.000 – 30.000 SHU
* Tinggi tanaman rata-rata: 60-90cm
* Iklim ideal: dataran rendah – tinggi
* Sinar matahari: sepanjang hari
* Media tanam: tanah2 : humus1
* Kebutuhan air: sedang
* Jumlah biji dalam kemasan: 10pc

Nah, cabai warna-warni, atau kita sebut saja Bolivian rainbow sesuai nama aslinya, paling maksimal kepedasannya hanya 30.000 SHU. Bandingkan dengan cabai rawit hijau yang terdapat di pasaran, (SHU) 50,000–100,000. Alhasil, Bolivian rainbow lebih banyak digunakan sebagai tanaman hias.

Bolivian rainbow memiliki perubahan warna yang menarik dari muda ke tua. Perubahan warna inilah yg menyebabkannya disebut rainbow karena dalam satu tanaman warna cabenya bisa berwarna warni. Perubahannya adalah: ungu-kuning-oranye-merah.

 


Tertarik menanamnya? Perawatannya tak terlalu repot, kok. Seperti pada umumnya keluarga cabai sebagai kelompok perdu, cukup perhatikan pemupukan agar lebih produktif.

Karakater tanah atau media tanam yang ideal bagi cabai adalah tanah poros, penuh unsur hara. Media tanam dibuat dari campuran sekam bakar, pasir, pakis kering, tanah, pupuk kandang, dan sedikit pasir. Semua bahan itu dicampur dan diaduk-aduk jadi satu. Baru kemudian dimasukkan dalam pot plastik.

Pot bunga yang baik untuk tanaman cabai, harus ada lubang-lubang di bagian bawahnya. Fungsinya untuk saluran pembuangan air.  Cabai tak bisa tumbuh pada tanah berair, maka perlu ada drainasi pada pot tanaman.

Tahap selanjutnya adalah penyemaian bibit. Bibit cabai diperbanyak melalui biji-bijinya. Pilih biji yang kering, kemudian direndam dalam air baru disebar pada pot-pot bunga. Sirami secara berkala dengan spuyer. Selang lima hari akan muncul tunas-tunasnya

Setelah bibit berukuran 10 cm, bisa dipindah ke pot bunga. Pemindahan harus hati-hati jangan merusak akar dan batang pohon.  Setelah di pindah, perawatan rutin hanyalah disiram. Pada pagi hari ditaruh di luar rumah, tapi jangan terkena matahari langsung sebab bisa layu.  Pohon akan berbuah ketika usia 3 bulan.






Sumber:
jualbibitpremium
bimbingan

Benarkah Gigitan Kucing Berbahaya?

Posted: 11 Feb 2014 11:41 PM PST

Menanggapi berbagai komentar pada artikel "Gigitan Kucing Lebih Berbahaya Dibanding Anjing" menggerakkan Apakabardunia.com menelusuri lebih jauh, dengan tujuan memberi informasi agar kita lebih waspada dan bertanggungjawab terhadap kesehatan kita, termasuk hewan piaraan.
 

 Ada beberapa laporan tentang kasus gigitan kucing yang menginfeksi, bahkan dirawat di rumah sakit. Washington Post pernah memuat kisah Marie Joyce, yang harus terbaring di rumah sakit selama empat hari karena terinfeksi Sammy, kucing yang ia temukan di jalan.

Saat aku meraihnya, kucing itu mencengkeram lenganku dan menggit pergelangan tanganku. Darah segar mengalir. Lalu aku mengompresnya dengan es batu. Lumayan terasa sakit, tapi aku pikir bakal sembuh besoknya.

Setelah tiga hari makin terasa sakit, jari-jariku sudah lumpuh sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Betapa terkejutnya ketika dokter menyuruh saya opname dan bersiap untuk operasi.

Kisah lebih lengkap dapat Anda baca di link berikut: washingtonpost.

"Gigitan kucing jangan diremehkan," kata Nancy Peterson,  cat programs manager di the Humane Society of the United States.

Pendapat senada juga diungkapkan Princy N. Kumar, Kepala divisi penyakit infeksi, MedStar Georgetown University Hospital. "Orang sering meremehkan. Mereka tak menyadari, kemungkinan bahayanya adalah 1 dari 2."


Bakteri buruk
Menurut Peterson, kucing memiliki bakteri yang cukup kuat. Kucing memiliki berbagai mikroba yang hidup di mulut mereka. Yang jadi masalah sebenarnya berasal dari Pasteurella multocida , bakteri yang dapat menyebabkan infeksi buruk.

Sebuah studi menemukan bahwa 90 persen dari kucing domestik adalah inang multocida. Sebenarnya anjing juga membawa bakteri ini, tetapi tingkat infeksi dari gigitan mereka tidak separah kucing hingga 50 persen.

Pada kebanyakan orang, hal ini tidak berbahaya. Paling banter hanya  pembengkakan kelenjar getah bening, bukan infeksi lokal yang parah. Tapi pada sebagian lainnya bisa berakhir seperti kasus Marie Joyce di atas.

Data dari Departemen Kesehatan New York yakni sekitar 13 persen kasus gigitan hewan karena kucing.

Saya menganjurkan Anda membaca referensi berikut:
 
dan
 
Kesimpulannya, kasus gigitan kucing yang berbahaya memang tidak terjadi pada semua orang. Bukan berarti kita menjadi tidak waspada. Di Indonesia, keberadaan kucing liar di jalan menjadi rentan terhadap berbagai penularan penyakit. 
 
Keberadaan komunitas yang merawat mereka sedikit membantu. Diperlukan bantuan dari masyarakat, termasuk Anda, agar lebih peduli.

Tanggungjawab pada kesehatan pribadi memang berpulang pada masing-masing orang. Namun bertanggungjawab terhadap hewan piaraan Anda, memelihara kebersihannya, melakukan kontrol ke dokter juga jangan dilupakan.

Sebelum ada peraturan lebih tegas dari pemerintah soal perlindungan hewan dan kesehatan masyarakat yang lebih nyata, maka hanya kita, rakyat, yang bisa membantu sesama manusia dan hewan.



Ya Ampun, ini Kantor Whatsapp?

Posted: 11 Feb 2014 11:06 PM PST

Untuk urusan komunikasi, Whatsapp sangat populer. Penggunanya mencapai kisaran 450 juta lebih. Aplikasi ciptaan Brian Acton dan Jan Koum ini berkantor di Mountain View, California. Kamu ingin tahu seperti apa markas mereka?
 
 
Jangan kaget, kantor Whatsapp tak terlihat seperti kantor pada umumnya. Tak ada papan nama perusahaan, tak ada petunjuk yang menandakan bahwa ada aktivitas bisnis di dalamnya, tak ada nama perusahaan di depan pintu.

Kedua bos, Jan serta Brian, berpakaian selaiknya seorang yang baru saja bangun tidur dari kamar tidurnya dan turun untuk mengambil makan di meja makan. Brian Acton hanya menggunakan sendal jepit dan Jan Koum malah tak menggunakan alas kaki alias nyeker di dalam kantornya. Kantor itu lebih tepat disebut sebagai 'tempat nongkrong' ketimbang kantor sebuah aplikasi yang sangat sukses.

Pun dengan jumlah karyawan, tak ada ribuan atau ratusan karyawan yang bekerja di sana. Hanya 30 pekerja karyawan tetap dan lima orang pekerja paruh waktu. Namun kebanyakan karyawan di kantor itu hanyalah customer service, sementara tim pengembang ada di Rusia.
 

Luas ruangan itu hanya sekitar 100 meter persegi. Dengan berbagai kubikel berisi komputer yang menumpuk di bagian tengah. Temboknya terdapat banyak coretan dan graviti seperti di jalanan urban. Sang bos tak memiliki ruangan tersendiri. Tempat kerjanya tak ada beda dengan karyawan lainnya, berbagi kubikel di ruangan 100 meter.

"Kami bukanlah perusahaan raksasa dengan ribuan pekerja," kata Koum seperti dilansir El Pais. Padahal nyatanya, WhatsApp menjadi salah satu aplikasi paling banyak diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

Ya, kedua bos ini tak ingin neko-neko dan sombong mengenai raihan yang didapat WhatsApp. "Tetap jadi orang yang sederhana, sebagai pebisnis atau sebagai individu," jelas Koum.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, dan mari berbagi dan bertukar pengetahuan.
Namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar "SPAM"