Selasa, 11 Februari 2014

Apa Kabar Dunia

Apa Kabar Dunia


Tradisi Sabung Ayam di Indonesia Sudah Berabad-abad

Posted: 11 Feb 2014 01:04 AM PST

Sebuah berita terbongkarnya rumah judi sabung ayam di New York menggegerkan para pecinta hewan. Memang di jaman modern ini, sudah saatnya menghentikan aksi kekerasan pada binatang. Walikota New York saja akan menghapus kereta kuda di Central Park, apalagi sabung ayam yang benar-benar menyiksa.

Kabar-kabar tentang perlindungan hewan memicu aktivis lokal mulai mengendus bila hal serupa masih dilakukan di Indonesia. Sabung ayam, dalam level judi sebenarnya termasuk ilegal di negeri ini. Pembongkaran kawasan judi beberapa kali dilakukan pihak kepolisian.  Walau kemudian muncul dan muncul lagi.

 


Untuk memahami sabung ayam di Indonesia, mungkin perlu dicermati antara murni judi atau bagian dari tradisi agama? Pada beberapa acara ritual, sabung ayam harus diselenggarakan. Apakah perkembangan jaman bisa menghapus sisi upacara tersebut, tergantung sejauh mana kebijakan pemuka agamanya.

Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, usia sabung ayam nyaris setua pembentukan masyarakat di pulau-pulau Nusantara. Mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Sulawesi punya kisah tentang sabung ayam.

Di Jawa, sabung ayam berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam.

Jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja.

Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

 
Anak-anak di Jawa menyabung ayam, foto tahun 1900 - koleksi KITLV


Secara sejarah nyata, sabung ayam memegang peran dalam pembentukan kerajaan Jawa. Sabung ayam menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau, terkait Singosari.

Dikisahkan sedang terjadi penyelenggaraan sabung ayam di kerajaan Singosari. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris.

Sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang dipakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi sesaat sabung ayam belum dilakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya.

Pada saat itu terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang dikuatirkan Ken Dedes terjadi Kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati di arena sabung ayam dibunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri.

Anusapati adalah kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang.


Bali
Sabung ayam di Bali disebut Tajen. Nama ini berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai).

 
Relief Tentang Sabung Ayam di Dalem Poerwatempel Bangli 1947- koleksi KITLV


Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. 

Sebuah lontar yang memuat sabung ayam ada dalam  lontar Yadnya Prakerti. Yakni, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.


Bugis
 Menurut M Farid W Makkulau, Manu'(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar.

Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari "Haaantjes van het Oosten" yang berarti "Ayam Jantan dari Timur.

 
Sabung Ayam di Sulawesi 1910 - koleksi KITLV


Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro'), dan massaung manu' (adu ayam).

Untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti "Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa'la'lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya.

Hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta, bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan "Massaung Manu". (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara 'massaung manu'.

Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange' bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri' oleh Kerajaan Gowa.










 



Sumber:
phesolo.

Masih Bayi, Anjing ini Sudah Setinggi 2,25 Meter!

Posted: 10 Feb 2014 08:00 PM PST

Namanya Fredy, anjing jenis Great Deane.  Usianya baru 18 bulan, namun kalau ia berdiri dengan kaki belakangnya, tingginya mencapai 2,25 meter. Nah, bayangkan bila nanti beranjak dewasa.

Anjing raksasa yang ramah ini kepunyaan Claire Stoneman di Essex, Inggris. Anjing Great Deane memang dikenal memiliki ukuran tubuh super. Saat ini rekor tertinggi menurut Guinness World Record masih dipegang Zeus, asal Michigan, Amerika Serikat, ini memiliki tinggi 1,1 meter yang diukur dari kaki hingga tulang belikatnya. 
 

Sementara bayi Fredy, bila iukur dari kaki hingga tulang belikatnya mencapai 1 meter. Namun ingat, Fredy masih sangat muda dan bakal terus bertumbuh. Boleh jadi beberapa tahun lagi ia akan merebut rekor Zeus.

Uniknya, Fredy saat ditemukan di dekat tempat sampah hanya anjing kecil seperti umumnya.  Namun, mengalami pertumbuhan pesat hinga ukurannya sekarang.

Punya anjing raksasa memang asik kedengarannya. Asal sanggup memberi umpan. Kabarnya, Claire menghabiskan 4.000 poundsterling atau Rp 80 juta setiap tahun hanya untuk makanan si Fredy saja.

Masalah lainnya, dengan ukuran super pasti kotorannya juga besar. Itulah yang dikhawatrkan Claire, takut Fredy membuang kotoran ukuran ekstra pula di taman. Karenanya, perempuan yang tinggal di Leigh-on-Sea, Essex, ini harus bangun pagi-pagi untuk mengajak Freddy jalan-jalan.

Mengajak jalan-jalan sebenarnya juga jadi masalah bagi wanita 38 tahun ini. Soalnya tinggi Claire hanya 1,63 meter saja. "Jika dia mau mengejar anjing di depannya, saya tidak bisa menghentikannya," ujar Stoneman.

Duh, repot juga.







 





Ternyata Gigitan Kucing Lebih Berbahaya Dibanding Anjing

Posted: 10 Feb 2014 06:30 PM PST

Banyak orang menganggap lucu adanya bekas gigitan kucing pada bagian tubuh mereka. Tak seperti gigitan anjing, gigitan kucing cenderung tak dianggap berbahaya. Padahal, sebuah penelitian baru menunjukkan, gigitan kucing juga bisa berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari gigitan anjing.

Sebuah penelitian menyebutkan, kucing dapat menginjeksi bakteri lebih jauh ke dalam sendi dan jaringan tubuh, yang merupakan tempat sempurna bagi potensi berkembangnya infeksi. Tindakan cepat untuk segera melakukan pengobatan pasca gigitan kucing pun menjadi hal yang sangat dianjurkan.
 

Penelitian ini juga mengungkapkan, wanita paruh baya disarankan untuk sangat berhati-hati ketika membelai kucing, karena mereka adalah orang-orang yang paling mungkin untuk digigit.

Namun, banyak orang cenderung mengabaikan gigitan hanya karena bentuknya yang kecil, mirip dengan tusukan jarum. Padahal, para ilmuwan mengatakan bahwa gigitan tersebut begitu berbahaya. Tercatat, satu dari tiga orang yang digigit harus dirawat di rumah sakit. Dua di antaranya, memerlukan operasi dalam pengobatannya.

Dari 193 pasien dengan gigitan kucing selama lebih dari tiga tahun, 57 di antaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit rata-rata selama tiga hari. 38 di antara pasien pun harus dibedah untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi. Delapan orang terpaksa dioperasi lebih dari satu kali, dan beberapa memerlukan bedah rekonstruksi.

Peneliti juga menganalisis perkiraan rentang waktu antara gigitan kucing dan perawatan medis. Karena cenderung dianggap sepele, biasanya keluhan baru muncul 27 jam setelah tergigit.

 
Lebih berbahaya dari anjing

Berdasarkan penelitian, gigitan kucing dapat dikatakan lebih berbahaya dari anjing, sebab kucing memiliki taring tajam, yang dapat menembus lebih dalam daripada gigitan anjing. Apalagi, bakteri yang ditularkan melalui gigitan kucing adalah bakteri yang sifatnya "bandel" dan sulit dilawan dengan antibiotik.

 


Dr Brian Carlsen dari Mayo Clinik di Amerika Serikat menjelaskan, bahwa anjing memiliki karakter gigi yang sedikit lebih tumpul dibanding kucing.

"Mereka tidak menembus ke dalam dan cenderung hanya meninggalkan luka yang besar setelah menggigit. Sedangkan, gigi kucing yang tajam, bisa menembus sangat dalam," katanya.

Dia mengatakan, dokter dan korban gigitan kucing perlu mengambil tindakan dan pengobatan serius ketika tangan meradang dan bengkak.







 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, dan mari berbagi dan bertukar pengetahuan.
Namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar "SPAM"