Apa Kabar Dunia |
- Oh, ini toh Kecanggihan KRI Usman Harun
- Foto-foto Star Wars dari LEGO yang keren
- Kata Nenek: Bagian Tubuh Sakit Pertanda Hujan. Mitoskah?
- Perilaku Unik, Buaya Bisa Memanjat Pohon
| Oh, ini toh Kecanggihan KRI Usman Harun Posted: 13 Feb 2014 02:44 AM PST Hubungan Indonesia dan Singapura kini mengalami gangguan. Beberapa media kita menyebut negeri pimpinan PM Lee Hsien Loong tersebut lagi ngambek berat. Pangkal permasalahannya karena nama Usman Harun. Nama dua tokoh TNI itu di sini jadi pahlawan, sementara di Singapura sangat dibenci. Merekalah di balik aksi peledakan MacDonald House di Orchad Road pada 10 maret 1965 silam. Apalagi kini nama Usman Harun dipakai pada kapal perang canggih buatan BAE System Maritime-Naval Ships. Semakin gondoklah Singapura. Terlepas dari konflik yang sedang terjadi, apa sih kehebatan KRI Usman Harun? Berdasarkan data, kapal perang tipe F2000 Corvette ini memiliki 1 meriam Oto Melara 76 mm, 2 meriam MSI Defence DS 30B REMSIG 30 mm, dan peluncur tripel torpedo BAE Systems 324 mm untuk perang atas air dan bawah air. Selain itu, dilengkapi pula dengan 16 tabung peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara VLS MBDA MICA (BAE Systems), 2 set 4 tabung peluncur peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exocet. Dua sistem arsenal inilah yang cukup mengganggu pertahanan musuh, baik dari udara ataupun permukaan laut. Sistem kesenjataan bawah lautnya juga cukup menggentarkan lawan hingga jarak sejauh 50 kilometer dari titik peluncuran. Selain KRI Usman-Harun-359, senjata-senjata itu juga terpasang pada 2 kapal perang lain yang juga dipesan Indonesia dari Inggris: KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358. BAE System Maritime-Naval Ships melengkapi ketiga kapal perang yang semula dipesan oleh Angkatan Laut Kesultanan Brunei Darussalam itu dengan pengarah senjata elektro-optik Ultra Electronics/Radamec Series 2500, radar penjejak I/J-band BAE Insyte 1802SW I/J-band, radar navigasi Kelvin Hughes Type 1007, radar Thales Nederland Scout, dan penangkal serangan Thales Sensors Cutlass 242. Untuk keperluan perang bawah air dari serbuan dan intipan kapal selam, kapal-kapal perang ini dilengkapi radar berbasis sonar di lambung Thales Underwater Systems TMS 4130C1, radar permukaan dan udara E-band dan F-band BAE Systems Insyte AWS-9 3D. Inilah salah satu sebab personel pengawaknya cukup banyak. Tiap kapal memerlukan 79 personel termasuk sang komandan kapal. Dengan karakter korvet yang cukup "mini" namun cukup sarat persenjataan, kapal perang berbobot kosong hampir 2.000 ton ini pas untuk keperluan patroli jarak dekat-menengah dan kawal-sergap. Apalagi kecepatannya cukup mumpuni, yaitu hingga 30 knot perjam berkat dorongan empat mesin diesel MAN B&W/Ruston yang memancarkan tenaga total 30,2 MegaWatt dari 2 poros baling-balingnya. Di atas kertas, sekali pengisian penuh bahan bakar dan logistiknya, jarak tempuhnya pada kecepatan ekonomis 12 knot perjam adalah 5.000 mil laut. Kalau ini benar-benar diterapkan, maka jarak Sabang-Merauke bisa ditempuh dalam 18 hari layar. Dengan perhitungan jarak tempuh peluru kendali MM-38 Block III Exocet menjangkau 180 kilometer, maka jarak 5.000 mil laut alias 9.000 kilometer darat itu memerlukan 50 titik peluncuran peluru kendali secara simultan. Jika KRI Usman-Harun-359 berada 25 mil laut dari perairan kedaulatan Singapura, peluru kendali buatan Prancis berkecepatan suara itu perlu waktu kurang dari 10 detik untuk mengenai sasaran di negara pulau itu sejak diluncurkan dari tabung peluncurnya di kapal. |
| Foto-foto Star Wars dari LEGO yang keren Posted: 13 Feb 2014 12:30 AM PST Kamu penggemar Star Wars? Sebaiknya lihat foto-foto berikut, karya ciptaan Vesa Lehtimäki, seorang fotografer asal Finlandia. Semua adegan pada dioramanya menggunakanLEGO. Kesan seolah-olah hidup dan bergerak dibuat dengan bantuan properti tepung, gula, dan baking soda. Vesa memulai proyeknya sejak tahun 2009 saat ia sedang mendokumentasikan mainan anaknya, sejak itu ia terus bereksperimen. Kita lihat saja kumpulan foto berikut ini. Dan ternyata perang bintang tersebut hanya di bidang seluas ini... Sumber: mobgenic |
| Kata Nenek: Bagian Tubuh Sakit Pertanda Hujan. Mitoskah? Posted: 12 Feb 2014 11:23 PM PST Di sebuah hari yang panas, saat saya asik menikmati es cingcau tiba-tiba nenek mengeluh, "Aduh, lutut nenek sakit semua. Pasti nanti sore hujan." Komentarnya yang tiba-tiba tersebut membuat saya geleng-geleng, nenek pasti ngelindur. Namun, sore harinya hujan benar turun. Saya pun jadi kagum, bahkan sempat berpikir jangan-jangan nenek keturunan orang sakti. Secara tak sengaja, ketika asik ber-blog walking saya pun menemukan jawaban ilmiah. Ah, ternyata nenek saya bukan keturunan gurunya Wiro Sableng, si nenek Sito Gendeng. Buktinya dari situs tersebut begini penjelasannya. Sebenarnya tanpa mereka ketahui, kakek atau nenek tadi mengeluhkan sakit pada persendiannya akibat tekanan udara. Tekanan udara adalah gaya atmosfer yang mendorong permukaan bumi menggunakan berat udara di atas permukaan bumi. Ada dua jenis tekanan udara, yaitu tekanan udara tinggi dan tekanan udara rendah. Tekanan udara rendah terjadi di tempat yang ketinggian permukaannya sama, tetapi tekanan udaranya lebih rendah dibanding tekanan udara di sekitarnya. Biasanya, di pusat daerah bertekanan udara rendah, keadaan udaranya tidak stabil, awannya tebal, dan mengandung air hujan. Pada waktu cuaca cerah, sendi-sendi tubuh kita akan mencapai keseimbangan. Namun, ketika tekanan udara menurun, kekuatan persendian melemah dan celah di antara sendi-sendi melebar. Kita yang masih muda mungkin tidak terlalu merasakan itu. Namun, orang-orang tua seperti kakek-kakek dan nenek-nenek, apalagi yang mengidap radang sendi, memiliki persendian yang lebih lemah. Ketika tekanan udara menurun, sendi-sendi mereka membengkak dan terasa sakit. Ketika hujan turun, cuaca pun menjadi sejuk dan suhu tubuh jadi lebih dingin. Otot-otot di sekitar persendian juga menegang dan menambah rasa tidak nyaman, sehingga kakek-kakek semakin merasa sakit. Jadi, kemampuan kakek-kakek atau nenek-nenek meramal cuaca karena tekanan udara yang mempengaruhi persendian mereka. Untuk mengurangi nyeri, pada persendian, dapat dilakukan olahraga ringan yang dapat merangsang daerah sekitar persendian. Sumber: sains |
| Perilaku Unik, Buaya Bisa Memanjat Pohon Posted: 12 Feb 2014 10:28 PM PST Pada sebuah pohon, peneliti Universitas Tennessee, AS dan Institut Riset Lingkungan dan Mata Pencaharian Charles Darwin University Australia, menemukan sisa gigi buaya, dan diduga buaya yang memanjat pohon hanyalah perilaku buaya masa lalu yang telah punah. Namun, peneliti menemukan kecenderungan perilaku aneh ini juga terjadi pada buaya masa kini. Untuk mencari tahu, digalilah sumber-sumber informasi yang pernah ada. Pertama, fenomena ini pernah termuat dalam sebuah literatur dengan sumber anonim dari tahun 1972. Disebutkan, ayi buaya dapat naik ke semak-semak, pohon dan bahkan menggelantung seperti halnya bunglon. Kedua, ada yang menyebut perilaku buaya memanjat pohon sudah pernah dilihat masyarakat yang tinggal dekat daerah yang banyak spesies buaya. Misalnya di Tukum, Meksiko, buaya pepohonan terlihat di rawa-rawa. Buaya yang memanjat juga ditemukan di Mississippi, sepanjang Sungai Nil, bahkan di Kolombia, buaya remaja ditemukan di atas pohon dengan ketinggian 30 kaki atau 9,1 meter. Guna meyakinkan perilaku buaya itu, peneliti melakukan pengamatan secara langsung. Alhasil, peneliti juga menemukan kecenderungan perilaku yang sama. Di Australia, peneliti menemukan buaya di atas pohon. Pada kawasan Everglades, Florida, AS dan Amerika Tengah banyak buaya yang berjemur pada ranting yang lebih rendah dari pohon bakau. Sementara itu, di Sungai Nil dan Afrika, perilaku buaya memanjat pohon dikaitkan dengan adanya pohon di atas air. Dalam banyak kasus, peneliti menambahkan buaya berbaring di dahan pohon yang tak jauh dari air. Salah satunya terlihat pada batang kayu sepanjang 3,9 meter di atas air dan 4,8 meter dari tepi sungai. "Buaya akan memiliki skala sampai 3,9 meter dan berjalan di antara ranting-ranting untuk mencapai akhir batang," kata peneliti melaporkan pada paper Herpetologi Notes. Menariknya lagi, peneliti menemukan buaya di pohon terjadi pada siang dan malam hari. Jika sudah nangkring di atas pohon, buaya cenderung berdiam. Peneliti juga mengatakan, kecenderungan buaya memanjat pohon menunjukkan pengaturan suhu tubuh dan pengawasan lingkungan. Sumber: viva |
| You are subscribed to email updates from Apa Kabar Dunia To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar, dan mari berbagi dan bertukar pengetahuan.
Namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar "SPAM"