Detik Pos Indonesia |
| Data di Surat Terbuka Putri Nurdin Halid "Hilda Halid" Tak Akurat Posted: 24 Feb 2011 10:49 PM PST DETIKPOS.net - Selain membantah telah menulis surat terbuka di internet, putri Nurdin Halid, Andi Nurhilda Daramata Asiah Nurdin Halid juga membantah data dan fakta yang dibeberkan di dalam surat terbuka tersebut. Hilda memastikan seluruh data di dalam surat terbuka itu tidak akurat dan tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.Hal itu disampaikan Hilda melalui kuasa hukumnya, Rahmat Harahap. Rahmat mengatakan, dari kalimat pertama saja, surat terbuka tersebut tidak akurat. "Misalnya, di surat tersebut tertulis perkenalkan putri satu satunya Nurdin Halid dari enam bersaudara, padahal putri pak Nurdin ada dua, yaitu Andi Nurhaliza, dan tujuh bersaudara, kalimat awal saja sudah tidak benar," katanya dalam konferensi pers di Rafless Hill, Cibubur, semalam. Rahmat hanya meminta agar permasalahan privasi keluarga tidak ditarik ke ranah publik dan menjadi konsumsi media. Hilda, kata Rahmat, hingga kini masih penasaran dengan sosok Iwan Phurawinata, orang yang memposting surat atas nama Hilda di blog online Kompasiana.com 22 Februari lalu. "Saya kira ini seperti efek saja, jadi wilayah private keluarga ditarik ke ranah publik. Alat pelacak polisi kan sekarang lebih canggih, siapa tahu nanti bisa dilacak blog itu lewat alamat emailnya, sampai sekarang masih tanda tanya," tandasnya. Di dalam surat terbuka Hilda Halid, disebutkan bahwa Hilda membantah julukan ayahnya yang menyandang status koruptor. Di surat tersebut disebutkan pula, bahwa Nurdin Halid selama ini hanya bemper dari elit elit PSSI di belakang Nurdin dan selalu berkorban hingga masuk bui. [okezone/ris] Bagi anda yang belum mengetahui isi surat tersebut, berikut Salinan Surat Terbuka Putri Nurdin Halid: Salam damai rakyat Indonesia, Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 memang dari keluarga Bugis. Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis. Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid! Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan "kemegahan". Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku. Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini. Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor. Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya. Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti "cahaya agama yang kekal". Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama. Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara rakyat Indonesia. Terimakasih. Saya yang membanggakan ayah, Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari Blog Berita Indonesia |
| You are subscribed to email updates from DETIKPOS.net : Blog Berita Indonesia Terkini | Detik Pos Unik Terbaru Hari Ini To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar, dan mari berbagi dan bertukar pengetahuan.
Namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar "SPAM"